SOSIALISASI DAN SCREENING THALASEMIA DI STIKES DHB

SOSIALISASI DAN SCREENING THALASEMIA DI STIKES DHB

SOSIALISASI DAN SCREENING THALASEMIA DI STIKES DHB

        STIKes
DHB mengadakaan sosialisasi dan screening Thalasemia pada jumat 18 November
2011. Program sosialisasi dan screening gratis penyakit thalassemia merupakan
bagian dari upaya STIKes Dharma Husada Bandung dalam memutus mata rantai
thalasemia. sekitar 230 mahasiswa mendapat sosialisasi tentang penyebab dan
cara pencegahan thalasemia yang dilanjutkan pengambilan sample darah oleh tim Palang
Merah Medical Center.

         Adapun
sebelum melakukan pengambilan sample darah, seluruh peserta di sarankan untuk
mengisi inform consent sebagai persetujuan untuk di lakukan screening thalasemia.

         Thalasemia
merupakan penyakit kelainan darah yang bersifat menurun (genetik). Pada keadaan
ini, sel darah merah yang dihasilkan tubuh tidak normal dan pecah lebih cepat
dari sel darah merah normal. Akibatnya, sepanjang hidupnya penderita terpaksa
bergantung pada pasokan darah donor agar dapat memperpanjang hidupnya” menurut
tim dokter dari PMC.
        Thalasemia adalah penyakit yang diturunkan yang berasal dari pasangan yang
membawa sifat thalasemia. Dalam hal ini kemungkinan yang terjadi pada anak yang
dilahirkan adalah 25% thalasemia mayor, 50% carrier (pembawa sifat) dan 25%
sehat.

        Screening
dilakukan supaya terdeteksi secara dini pada kalangan mahasiswa STIKes Dharma
Husada Bandung yang berpotensi membawa gen thalasemia sebelum melangkah ke
jenjang pernikahan, karena pembawa thalasemia jika menikah di pastikan anaknya
akan menjadi thalassemia.

         Dalam
setiap kehamilan dari pasangan tersebut terdapat kemungkinan satu berbanding
empat bagi anak mereka untuk menderita talasemia mayor, dua banding empat
kemungkinan anak membawa gen talasemia (carrier) dan satu banding empat
kemungkinan anak berdarah normal dan tumbuh sehat.
        Pada thalassemia yang berat
diperlukan transfusi darah rutin dan pemberian tambahan asam folat. Penderita
yang menjalani transfusi, harus menghindari tambahan zat besi dan obat-obat
yang bersifat oksidatif (misalnya sulfonamid), seperti yang terjadi pada
seorang testimoni yang dihadirkan pada acara tersebut. Sebut saja namanya
melati beliau sudah menderita thalasemia sejak lahir dan harus menjalani transfusi
darah setiap seminggu sekali. Pada tubuhnya terlihat menghitam karena zat besi
pada darahnya berlebihan sehingga  menyebabkan keracunan.

"Masalah kesehatan itu penting, kita akan dorong seluruh


mahasiswa mengikuti sosialisasi agar terdeteksi dini dan tahu apa yang

harus
dilakukan selanjutnya." Menurut pak ahmad

selaku kemahasiswaan STIKES DHB. 

 

BY RIO 

SOSIALISASI DAN SCREENING THALASEMIA DI STIKES DHB

Biografi Penulis

Achmad "Midas" Mundayat

Achmad "Midas" Mundayat

NIP
:
2.09.01.015
email
:
zibril_ahmed@yahoo.com

Berikan Komentar