Menuai Hikmah di Bulan Ramadhan

Menuai Hikmah di Bulan Ramadhan

Menuai Hikmah di Bulan Ramadhan

Bahwa belum dikategorikan sempurna iman seseorang kalau ia tidur dalam keadaan kenyang, padahal ia tahu bahwa tetangganya tidak bisa tidur karena lapar.

Tiada kata yang dapat mewakili rasa bahagia saat Ramadhan tiba, kecuali ucapan hamdalah (Segala puji milik-Mu ya Allah, Engkau masih memberikan umur kepadaku untuk menikmati bulan yang penuh barokah dan ampunan). Sebagian kaum muslimin menyambutnya dengan menggelar sejumlah kegiatan keislaman, seperti tabligh akbar, seminar, talk show, bazaar, dan lain-lain. Hal ini wajar, mengingat betapa besar keutamaan di bulan ramadhan.

Rasulullah pernah bersabda "Jika masuk bulan ramadhan, dibukalah pintu-pintu surga, ditutup pintu-pintu neraka, dan setan-setan dibelenggu." (HR. Bukhari).

Dibuka pintu-pintu surga, maksudnya adalah ibadah pada bulan Ramadhan nilainya berlipat ganda bila dibandingkan dengan bulan-bulan lainnya. Kalau kita mengisinya secara optimal, akan terbuka lebar pintu-pintu surga, otomatis pintu neraka pun tertutup karena peluang maksiat berkurang. Dengan demikian, setan pun terbelenggu karena banyak umat yang meningkatkan kuantitas dan kualitas ibadahnya. Akhirnya, dosa-dosa berguguran dan insya Allah kita akan mendapatkan rahmat dan ampunan-Nya,

"barangsiapa shaum ramadhan dengan dasar iman dan mengharap ridla Allah, niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (HR. Bukhari).

Dari hadits diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa shaum bukan hanya sekedar menahan lapar dan dahaga saja, namun lebih dari itu, shaum memiliki hikmah yang luar biasa. Diantara hikmah tersebut antara lain:

Pertama, Shaum mampu menghapus dosa-dosa kecil yang kita lakukan. Sebagai manusia, kita tak pernah lepas dari kesalahan, kekeliruan dan kemaksiatan. Tidak ada manusia yang steril dari dosa, kecuali para nabi. Shaum Ramadhan, juga shaum-shaum lainnya merupakan sarana untuk menghapuskan dosa, sebagaimana sabda Rasulullah saw, "Ramadhan ke Ramadhan berikutnya menghapuskan kesalahan-kesalahan diantara keduanya selama dosa-dosa besar dijauhi." (H.R. Muslim)

Kedua, Melatih Muraqabah. Muraqabah artinya kondisi psikis (jiwa) yang selalu merasa ditatap, dilihat dan diawasi oleh Allah swt. Seorang karyawan yang muraqabah tidak akan korup, walaupun ada kesempatan untuk melakukannya. Ketika shaum, kalau belum tiba waktu berbuka kita tidak berani makan atau minum walau tak seorang pun yang melihat kita, padahal makanan dan minuman tersedia. Jelaslah bahwa shaum menjadi ajang latihan muraqabah.

Ketiga, Melatih Pengendalian Nafsu. Rasulullah menamakan Ramadhan sebagai Syahru-Shabar (bulan kesabaran). Sebagaimana sabda Rasulullah saw dalam sebuah hadits, "Shaum bulan keshabaran dan tiga hari dalam setiap bulan dapat melenyapkan kedengkian dalam dada" (HR. Al-Bazzar). Artinya, bahwa shaum yang kita lakukan, baik di dalam maupun luar bulan ramadhan, akan mampu melatih pengendalian nafsu melalui prilaku shabar.

Keempat, Menajamkan Kepekaan Sosial. Shaum bisa menjadi ajang latihan kepekaan sosial, sebab dalam waktu tertentu (sejak terbit fajar hingga terbenam matahari) kita dilarang makan atau minum, sehingga bisa merasakan lapar. Sesungguhnya hal ini harus kita proyeksikan pada nasib sebagian saudara kita yang kurang beruntung. Di antara mereka ada yang hanya mampu makan sekali dalam satu hari atau bahkan hanya satu kali dalam dua hari. Dengan latihan ini, diharapkan kita menjadi lebih tanggap pada penderitaan orang lain.

Ingat sabda Rasulullah saw, bahwa belum dikategorikan sempurna iman seseorang kalau ia tidur dalam keadaan kenyang, padahal ia tahu bahwa tetangganya tidak bisa tidur karena lapar.

Kelima, Menyehatkan Badan. Para ahli kesehatan menyebutkan bahwa usus manusia juga organ-organ yang terkait dengannya dalam tempo tertentu perlu dikurangi beban kerjanya. Shaum merupakan sarana untuk mengurangi beban kerja organ-organ tersebut. Sungguh benar apa yang disabdakan Rasulullah saw.: "Bershaumlah kamu, maka kamu akan sehat" (HR. Abu Daud).

Itulah lima hikmah dalam pelaksanaan shaum, semoga kita mampu meraih kelima hikmah tersebut, khususnya dalam pelaksanaan shaum ramadhan yang akan kita laksanakan. Amiin ya rabbal 'aalamiin.

http://www.percikaniman.org

Menuai Hikmah di Bulan Ramadhan

Biografi Penulis

Achmad "Midas" Mundayat

Achmad "Midas" Mundayat

NIP
:
2.09.01.015
email
:
zibril_ahmed@yahoo.com

Berikan Komentar