MENGHADIRKAN SEJARAHWAN ISLAM NASIONAL! OPEN HOUSE UKM IGI TAMPIL BEDA.

MENGHADIRKAN SEJARAHWAN ISLAM NASIONAL! OPEN HOUSE UKM IGI TAMPIL BEDA.

Prof. Dr. Ahmad Mansur Suryanegara Menyampaikan Materi dalam Open House IGI

Prof. Dr. Ahmad Mansur Suryanegara Menyampaikan Materi dalam Open House IGI

Minggu, 10/22/2012, UKM Ikatan Generasi Islam Mengadakan Open House Kepada Mahasiswa Baru yang bertujuan untuk mengenalkan UKM IGI lebih dalam supaya menarik minat mahasiswa bergabung dalam kegiatan Islami melalui lembaga dakwah kampus.

Rangkaian kegiatan open house kali ini tidak hanya pengenalan lingkup kegiatan Organisasi IGI saja, peserta yang berjumlah 120 diberikan kesempatan untuk mendapatkan materi seminar dari Sejarahwan Muslim, Prof. Dr. Ahmad Mansur Suryanegara.

Pria yang masih aktif memberikan ceramah keberbagai pelosok Indonesia ini masih bersemangat untuk memberikan ilmu  walau usianya sudah tidak muda lagi yaitu sekitar 81 tahun, Sepak terjangnya dalam mengamati sejarah perjuangan umat Islam di Indonesia menemukan satu kesimpulan: bahwasanya ulama dan santri, salah satu golongan Muslim yang aktif memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, memang benar-benar terlupa dari sejarah. Seperti yang sudah dituangkannya dalam buku Api sejarah 1 dan 2 yang berhasil memberikan pemahaman baru seputar sejarah islam dan perkembangannya di Indonesia.

Dala ceramahnya kali ini Ahmad Mansur lebih sering membahas tentang pandangan islam terhadap wanita  seperti mengembalikan” istilah”silaturahmi” menjadi “silaturrahim”. dikarenakan peserta yang hadir didominasi oleh Akhwat.

“Yang benar itu adalah silaturrahim. Kenapa? Karena, silaturrahim adalah pertemuan seseorang dengan orang lain untuk mengingat kembali makna pentingnya rahim perempuan. Dengan rahim itulah, lahir para pemimpin di dunia. Dari rahim perempuanlah, lahir orang-orang yang terdidik, cerdas, dan pandai, bahkan lahir pula para pembuat sejarah di belahan dunia,” tutur Pak Mansur.

Dalam konteks itu, ungkap sejarahwan penerima penghargaan “Asean Best Executive Award 2002” dari International Human Resources Development Program (IHRDP) ini, mempertanyakan mengapa eksistensi perempuan sering dilecehkan atau kurang dihargai? Di Indonesia sendiri, perempuan turut aktif dalam perjuangan kemerdekaan dan bagian yang tak terpisahkan dalam sejarah berdirinya NKRI, seperti Cut Nyak Dien, R.A. Kartini, dan Raden Dewi Sartika.

Pemberian Cindera Mata Oleh ketua Pelaksana

Pemberian Cindera Mata Oleh ketua Pelaksana

Foto Bersama Pemateri

Foto Bersama Pemateri

Dalam islam, menurut Mansur. perempuan mendapatkan posisi yang paling mulia, karena perempuan mempunyai kekuatan yang di ilhamkan Allah SWT.  Yaitu melalui rahimnya. Jika seorang laki-laki menghianati hati seorang perempuan, kemudian dia berdoa kepada Allah maka rahimnya akan bergetar sampai Arsy 7 lapisan langit dan 7 lapisan Bumi sehingga Allah akan mencabut rahmatnya pada Laki-Laki tersebut.

Selanjutnya acara Open House dilanjutkan dengan penampilan Kreasi Seni dan Hijab Tutorial bagi peserta Akhwat, Karena panitia memang meberikan fasilitas kerudung bagi seluruh peserta yang berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

MENGHADIRKAN SEJARAHWAN ISLAM NASIONAL! OPEN HOUSE UKM IGI TAMPIL BEDA.

Biografi Penulis

Berikan Komentar