KEBERMAKNAAN CINTA DI SEMINAR SE-BANDUNG RAYA IGI DHB 2015

KEBERMAKNAAN CINTA DI SEMINAR SE-BANDUNG RAYA IGI DHB 2015

KEBERMAKNAAN CINTA DI SEMINAR SE-BANDUNG RAYA IGI DHB 2015

Sebagai organisasi yang mengusung nilai-nilai kerohanian, UKM Ikatan Generasi Islam selalu berkomitmen untuk menjadikan syiar sebagai cara untuk mengajak lingkungan sekitar untuk bertindak dan berprilaku dalam kegiatan positif yang mengandung nilai-nilai islami. Maka berkaitan dengan hal tersebut, Minggu 13 Desember 2015. UKM IGI mengadakan seminar sebandung raya atau di singkat menjadi SEBAYA yang dilaksanakan di Aula Korpri Jl. Turangga No. 25.

Dalam seminar ini dibahas mengenai persiapan para generasi muda untuk menghadapi pra-nikah dengan tema “ Ketika Aku Jatuh Cinta”. Kemudian panitia menghadirkan para pemateri yang ahli di bidangnya.Yaitu, dr. Emma Kaysi selaku motivator keluarga, Derry Oktriana Syofiadi selaku penulis buku dan kang abay yang merupakan seorang motivator sekaligus penyanyi.

Pada sesi pertama di isi penjelasan tentang “ kenapa Aku Bisa Jatuh cinta” oleh dr. Emma Kaysi. Menurut beliau perasaan cinta Merupakan Qodar, Qodlo, Mukhoyyar dari Allah. Perasaan cinta bisa jadi nilai Ibadah dan pahala berlimpah jika kita mencintai sesuatu karena Allah. Tetapi bisa juga menjadi musibah bila kita terlalu mencintai sesuatu melebihi cinta kita terhadap Allah.

“ Muliakan, sesuai aturan Sang Pencipta, Kalau belum siap untuk menikah bersabar di atas jalan terjal, menanti di garis penghujung, ridlo Allah akan kita dapatkan. Syahwat, atau syariat? Jika syariat maka diperbolehkan dan jika syahwat maka celakalah ” Tutur Beliau.

Kemudian pada sesi kedua di isi oleh Derry Oktriana Syofiadi dengan materi mengenai “Rahasia Memantaskan Diri”. Menurut beliau ada 8 tips agar sebagai generasi muda siap untuk memantaskan dirinya, yaitu

  1. Terimalah : Jangan menentang apapun atau menerima diri apa adanya
  2. Pulanglah: Mengenal diri terlebih dahulu, kembali pulang pada yang menciptakan kita
  3. Luruskanlah : Luruskan niat karena Allah
  4. Tinggalkanlah: tinggalkan segala hal yang tidak di sukai oleh Allah
  5. Dekatilah Allah : Dekati hal-hal yang disukai oleh Allah.
  6. Ilmuilah: Mintalah ilmu pada dan hidayah pada Allah.
  7. Amalkanlah: Amalkan ilmu yang kita dapatkan disertai rasa takut dan harap pada Allah
  8. Rindui dan Bermesralah bersama Allah

“Bersyukurlah pada setiap keadaan karena nikmat Allah lebih dari apa yang kita harapkan. Karena sejak Janin di dalam perut ibunya pun di cukupkan oleh Allah segala kebutuhannya apalagi yang sudah dewasa, disertai dengan usaha Allah akan semakin mencukupkan apa yang kita butuhkan” Ujar Derry.

Pada sesi terakhir Kang Abay sharing mengenai pemahaman “True Love Fillah”, menurut beliau Hakikat Cinta itu ketika seseorang bisa mewujudkan rasa sayang terhadap sesuatu, seperti keluarga, anak atau seseorang (lawan jenis). Selajutnya menurut beliau Cinta adalah penghubung jiwa-jiwa (ruh) manusia yang beraneka corak & warna. Ketika berpikir tentang Cinta maka ingatlah tentang 2 hal yaitu: JODOH & PERNIKAHAN…Lalu Berdoalah Kepada Allah agar kita disatukan dengan seseorang yang Mencintai Allah & RasulNya Jangan terjebak oleh cinta yang, Cinta di Tuhankan dan Allah diduakan.

 “Ikhlas itu Sulit Tapi Kalau Nggak Ikhlas = Sakit , Jadi Lebih baik berproses melewati kesulitan daripada terus-terusan menahan sakit…Fokus Pantaskan diri Mencapai Impian dan Membahagiakan Orang Tua. Jodoh tiba disaat yang tepat” Kata Kang Abay sambil menutup sesi terakhir Seminar SEBAYA UKM Ikatan Generasi Islam STIKes Dharma Husada Bandung.

Sementara, di sela-sela acara Setiadi Nugraha selaku Ketua Ikatan Generasi Islam Periode 2015-2016. Mengatakan Kebersyukurannya atas kelancaran Kegiatan seminar SEBAYA.

“Alhamdulillah, kegiatan telah terlaksana dengan lancar sesuai yang diharapkan dan peserta yang mengikuti kegiatan seminar SEBAYA terlihat antusias dan mengapresiasi kegiatan ini. Mudah-mudahan semua peserta bisa mendapatkan makna dari semua materi yang telah disampaikan” Ungkapnya.

KEBERMAKNAAN CINTA DI SEMINAR SE-BANDUNG RAYA IGI DHB 2015

Biografi Penulis

Berikan Komentar