Ciri-ciri Gaya Belajar Visual, Auditori, dan Kinestetik

Ciri-ciri Gaya Belajar Visual, Auditori, dan Kinestetik

Ciri-ciri Gaya Belajar Visual, Auditori, dan Kinestetik

Banyak ahli yang menggunakan istilah berbeda-beda dalam memahami gaya belajar ini. Tetapi secara umum, menurut Bobby DePotter terdapat dua benang merah yang disepakati tentang gaya belajar ini. Pertama adalah cara seseorang menyerap informasi dengan mudah, yang disebut sebagai modalitas, dan kedua adalah cara orang mengolah dan mengatur informasi tersebut. Modalitas belajar adalah cara kita menyerap informasi melalui indera yang kita miliki. Masing-masing orang mempunyai kecenderungan berbeda-beda dalam menyerap informasi. Terdapat tiga modalitas belajar ini, yaitu apa yang sering disingkat dengan VAK: Visual, Auditory, Kinestethic.

Visual

Modalitas ini menyerap citra terkait dengan visual, warna, gambar, peta, diagram. Model pembelajar visual menyerap informasi dan belajar dari apa yang dilihat oleh mata. Beberapa ciri dari pembelajar visual di antaranya adalah:

  1. Mengingat apa yang dilihat, daripada yang didengar.
  2. Suka mencoret-coret sesuatu, yang terkadang tanpa ada artinya saat di dalam kelas 
  3. Pembaca cepat dan tekun 
  4. Lebih suka membaca daripada dibacakan 
  5. Rapi dan teratur 
  6. Mementingkan penampilan, dalam hal pakaian ataupun penampilan keseluruhan 
  7. Teliti terhadap detail 
  8. Pengeja yang baik 
  9. Lebih memahami gambar dan bagan daripada instruksi tertulis 

Auditory

Model pembelajar auditory adalah model di mana seseorang lebih cepat menyerap informasi melalui apa yang ia dengarkan. Penjelasan tertulis akan lebih mudah ditangkap oleh para pembelajar auditory ini. Ciri-ciri orang-orang auditorial, di antaranya adalah:

  1. Lebih cepat menyerap dengan mendengarkan 
  2. Menggerakkan bibir mereka dan mengucapkan tulisan di buku ketika membaca 
  3. Senang membaca dengan keras dan mendengarkan 
  4. Dapat mengulangi kembali dan menirukan nada, birama, dan warna suara. 
  5. Bagus dalam berbicara dan bercerita 
  6. Berbicara dengan irama yang terpola 
  7. Belajar dengan mendengarkan dan mengingat apa yang didiskusikan daripada yang dilihat 
  8. Suka berbicara, suka berdiskusi, dan menjelaskan sesuatu panjang lebar 
  9. Lebih pandai mengeja dengan keras daripada menuliskannya 
  10. Suka musik dan bernyanyi 
  11. Tidak bisa diam dalam waktu lama 
  12. Suka mengerjakan tugas kelompok

Kinestetik

Model pembelajar kinestetik adalah pembelajar yang menyerap informasi melalui berbagai gerakan fisik. Ciri-ciri pembelajar kinestetik, di antaranya adalah:

  1. Selalu berorientasi fisik dan banyak bergerak 
  2. Berbicara dengan perlahan 
  3. Menanggapi perhatian fisik 
  4. Suka menggunakan berbagai peralatan dan media 
  5. Menyentuh orang untuk mendapatkan perhatian mereka 
  6. Berdiri dekat ketika berbicara dengan orang 
  7. Mempunyai perkembangan awal otot-otot yang besar 
  8. Belajar melalui praktek
  9. Menghafal dengan cara berjalan dan melihat 
  10. Menggunakan jari sebagai penunjuk ketika membaca 
  11. Banyak menggunakan isyarat tubuh 
  12. Tidak dapat duduk diam untuk waktu lama 
  13. Menggunakan kata-kata yang menandung akso 
  14. Menyukai buku-buku yang berorientasi pada cerita 
  15. Kemungkinan tulisannya jelek 
  16. Ingin melakukan segala sesuatu 
  17. Menyukai permainan dan olah raga.

Ciri-ciri Gaya Belajar Visual, Auditori, dan Kinestetik

Biografi Penulis

Achmad "Midas" Mundayat

Achmad "Midas" Mundayat

NIP
:
2.09.01.015
email
:
zibril_ahmed@yahoo.com

4 Komentars

  1. Bagus - June 3, 2014

    Ini nih artikel yg bermanfaat untuk pendidikan di Indonesia yg bisa membuat Indonesia menjadi negara maju. Anak2 dan guru2 di Indonesia seharusnya membaca yg seperti ini. Saya mau nanya, apakah mungkin seseorang memiliki gaya belaja dua atau tiga dari gaya belajar itu?. Lalu apakah kita bisa mengembangkan gaya belajar lain yg kita miliki dan kalau bisa bagaimana caranya dan kalau tidak kenapa? Terima kasih

  2. edianto purba - October 11, 2014

    Baguss!saya setuju dengan cara apapun yg di lakukan para guru tapi banyak yg tdk mengemplementasikan nya di dalam kelas,baik itu guru maupun dosen,kenapa???????????apapenyebabnyaa apakah ini tidak di pahami sedemikian diniii MARI BERJUANG UNTUK MASA DEPAN ANAK-ANAK demi UNTUK NEGARA Dan BANGSA

  3. patrick - January 9, 2015

    Saya senang bisa belajar banyak,sukses buat para guru yang mmenerapkan 3 metode tersebut

  4. Arifia kasastra - September 28, 2015

    Kayanya saya masuk di ketiganya deh 😀 Relatif

    Nice Ilmunya

Berikan Komentar